Antara Cinta dan Es Krim
Beberapa hari yang lalu ada seorang sahabat saya menanyakan tentang cinta kepada saya. Saat itu saya sedang tidak mau membicarakan cinta karena merasa ada hal yang lebih penting dibicarakan.Sore ini saya diingatkan kembali oleh sahabat saya tentang 3 hal yang membunuh karakter seorang aktivis dakwah: Rasa takut, keragu-raguan, dan syahwat. Kalo bicara soal Syahwat pastilah berhubungan dengan cinta dan vmj (virus merah jambu). Alhamdulillah selama saya berperan sebagai aktivis dakwah (ngakunya) belum pernah saya terjangkit penyakit vmj, dan jangan sampe pernah terjangkit. Bukan karena amalan saya yang banyak, sungguh masih banyak yang harus saya perbaiki di diri saya. Tapi bukan juga berarti saya ga normal (ga suka ma cowok), sumpah saya masih suka ma cowok apalagi yang baik, ganteng, sholeh, pokona mah yang perfect. Yang saya lakukan hanyalah hal yang sederhana, tegas pada hati dan diri sendiri.

Ga ada yang salah sama cinta, yang salah adalah cara kita merespon perasaan itu. Kalo di ibaratkan kita lagi shaum di bulan ramadhan, terus ada yang mendadak memberi kita eskrim pada siang hari. Orang yang memberi maupun eskrim itu ga salah kan? Nah, sekarang tinggal bagaimana sikap kita ke es krim itu. Kalo kita langsung makan pas orang itu ngasih (di siang hari), maka kita cuma dapet dosa dan shaumnya otomatis batal. Kalo kita memutuskan untuk memakannya saat berbuka tapi eskrim itu selalu kita bawa kemana-mana atau tidak disimpan dengan benar, maka saat kita memakan eskrim saat berbuka tentu saja tidak enak karena sudah dipastikan akan cair dan tidak enak lagi untuk dimakan. Kalo kita taro/simpen eskrim itu di lemari es, tapi kita kita membuka pintu lemari es agar memastikan tidak ada orang lain yang mengambilnya, otomatis juga bekunya ga akan maksimal, pastinya eskrim agak sedikit meleleh, ga akan nikmatlah kalo dimakan pas buka shaum. Nah, berbeda kalo kita simpan eskrim itu di lemari es, dengan suhu yang pas, lalu lemari es itu kita tutup dan sambil menunggu waktu buka shaum kita melakukan hal yang bermanfaat. Pas waktunya buka shaum, kita buka deh lemari esnya dan bisa menikmati eskrim tersebut. Gimana kalo eskrimnya udah ga ada? Mungkin dimakan duluan ma orang lain atau yang punyanya mengambilnya kembali? Itu berarti eskrim itu bukan rejeki kita. Disinilah prasangka baik kita digunakan. Akan ada menu buka shaum yang lebih nikmat yang akan diberikan oleh Allah.
Ya, itulah pikiran sederhana saya tentang cinta. Sebenarnya pikiran ini saya dapatkan saat saya mentoring klasikal kampus yang dibawakan oleh ustad Hipni Mubarok (kalo ga salah) tapi beliau mengibaratkan cinta itu brownis, berhubung saya suka eskrim makanya saya analogikan cinta itu adalah eskrim. Semenjak mendengar ceramah dari itu, pemikiran sederhana itu sangat membawa pengaruh besar pada kehidupan saya. Semenjak itu pula saya bisa memanage hati saya. Dan saya harap, siapapun yang membaca tulisan ini juga terbuka pikirannya.
Artikel ini merupakan repost dari blog ini oleh teh Yuli Jannaini. Pandangan saya, hal ini cukup menggambarkan kondisi dan perilaku ABG saat ini. Jadi, bagi yang merasa galau dan belum mantap hatinya, segera pilihlah jalan Allah yang lurus
All I Can Do is Facepalm
Kompilasi kekecewaan terhadap kondisi saat ini
Ya Allah, udah jelas-jelas mereka melanggar aturan-Mu. Masih aja cari pembenaran…
Lihat saja sudah banyak dampak negatif yang merugikan masyarakat. Kalo masyarakat tidak mau rugi BASMI KHAMR, atau dengan cara tidak mengonsumsinya saja.
Udah jelas-jelas haram, merugikan, dan menghancurkan. Eh, masih dilakukan. Gilirannya ketangkep, eh, hukumannya ringan. Harusnya hukuman korupsi itu dibuat berdasarkan fungsi polinom dari jumlah yang dicurinya ! bukan berdasarkan ketidakadilan ! orang miskin mana bisa sewa pengacara, buat makan aja susah.
Mau ngeles gimanapun juga, pacaran sebelum nikah itu adalah jalan tol menuju kemaksiatan.
*kekecewaan tidak bisa diungkap dengan kata-kata*
Konflik yang Dicampuradukkan dengan Agama

Padahal, kami di islam mengajarkan toleransi yang wajar. Kok begini sih -_-, ya merekanya ngga wajar, ya maksa lah, ya gimana-gimana lah
klikbca.com + facebook.com = kombinasi yang tepat supaya user ID internet banking diblokir. so you should have fake/hide your birth date
”
Ciri-ciri Orang yang Bersih Hatinya
1. Hidupnya tenang
2. Bisa mengontrol amarah dan murah senyum
3. Sering ditolong orang
4. Dicintai dan dihargai orang-orang sekitar
5. Didekati oleh anak-anak
6. Dicintai alam
Qada adalah sesuatu yang sudah terjadi. Sifatnya lampau dan tidak bisa diubah. Qadar adalah segala sesuatu yang mungkin terjadi. Sifatnya bisa dipilih dan diubah. Apabila suatu Qadar terjadi, maka Qadar tersebut berubah menjadi Qada”
My Weekly Dose of Manga
Wednesday : One Piece from mangastream.com
Thursday : Hunter x Hunter from mangastream.com
Friday : Kimi no Iru Machi, Beelzebub from redhawkscans.com
Saturday : Kagami no Kuni Harisugawa, The World God Only Knows from redhawkscans.com
Sunday : Fairy Tail from mangastream.com
inactive project : Until Death Do Us Part, GTO Shonan 14 Days
Pacaran yang Syar’i, Mungkinkah???
Diambil dari Rubrik “Ustadz Menjawab” (www.eramuslim.com) yang diasuh oleh Ustadz Ahmad Sarwat, Lc.
Pertanyaan:
Assalamualaikum.
Pak ustadz, saya mau nanya sebenarnya boleh gak sih pacaran itu? Soalnya temen-temen saya pada bilang tergantung niatnya. Terima kasih atas perhatiannya.
Assalamualaikum,
Jawaban :
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Al-hamdulillah, wash-shalatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa ba’du
Bukan tergantung niatnya, tapi tergantung caranya. Kalau niatnya, pastilah semuanya berniat baik-baik. Namun yang menjadi masalah justru pada caranya. Katakanlah niatnya baik, yaitu untuk dijadikan ajang penjajakan atau saling kenal satu sama lain, menuju ke jenjang berikutnya yaitu perkawinan. Nah, niat yang seperti ini sebenarnya bisa diterima secara syariah.
Memang di dalam syariah Islam, sebelum seseorang menetapkan calon pasangan hidup, ada anjuran untuk melakukan penjajakan. Agar terjadi saling kenal dan saling paham, antara calon suami dan calon istri. Hal seperti ini tidak dilarang dalam Islam, bahkan sebaliknya, justru amat dianjurkan.
Sebab dahulu ada seorang shahabat yang bercerita bahwa dalam waktu dekat akan dia akan melangsungkan pernikahan dengan seorang wanita. Ketika Rasulullah SAW menanyakan apakah dia sudah mengenal calon istrinya, shahabat itu mengatakan belum. Maka Rasulullah SAW memerintahkannya untuk mendatangi wanita itu, untuk mengenal lebih dalam, sebelum memastikan pernikahannya.
Jadi dari sisi tujuan, sebenarnya sudah benar, yaitu bila tujuannya untuk saling mengenal (ta’aruf). Tinggal bagaimana teknisnya, itulah yang justru menjadi batas halal dan haramnya.
Kalau teknisnya adalah dengan jalan-jalan berdua, naik motor boncengan bersama, bergandengan, berpelukan, kencan makan malam berdua di tempat romantis, atau bahkan sampai liburan berdua, menginap di hotel (chek in) dan yang sejenisnya, tentu saja haram. Bahkan sekedar apel atau wakuncar sekalipun tetap haram, jika mereka melakukannya hanya berdua saja, tanpa ada kehadiran mahramnya. Meski niatnya baik, tapi bila caranya haram, maka pacaran itu hukumnya haram.
Lalu bagaimana yang halal?
Minimal tidak terjadi khalwat (berduaan), sebab yang ketiganya adalah syetan. Sebagaimana telah dilarang oleh Rasulullah SAW:
Dari Ibnu Abbas ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan (berkhalwat) dengan wanita kecuali bersama mahram” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang laki-laki berduaan (berkhalwat) dengan wanita kecuali yang ketiganya adalah syetan.” (HR Tirmizy)
Maka kalau mau pacaran, selain masalah niat harus suci, pastikan tidak ada acara berdua-duaan. Pacaran harus ditemani langsung oleh ayah si gadis. Atau saudara laki-lakinya atau siapapun yang menjadi mahramnya.
Kalau berdua-duaan saja sudah haram, apalagi sentuhan tangan, baik untuk bersalaman, atau pun berpegangan tangan, berpelukan atau pun mengenggam jari pasangannya.
Dan yang lebih penting dari semua itu, masing-masing tetap wajib menutup aurat sesuai dengan aturan syariah. Yang wanita wajib memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua tapak tangan. Pakaian itu harus lebar, tidak mencetak lekuk tubuh, tidak tipis atau transparan, juga tidak memakai wewangian yang mengundang nafsu seorang laki-laki. Tidak menggunakan make berlebihan pun yang juga bisa mengundang daya tarik calon suami, sebab biar bagaimana pun mereka masih orang asing, tidak halal hukumnya, kecuali setelah terjadinya akad nikah yang sah.
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al-Ahzab: 59)
Bila masing-masing pihak telah merasa cocok, sebaiknya tidak perlu menunggu terlalu lama untuk segera menikah. Sebab selama masa menunggu itu, syetan tetap saja mengintai dan mencari serta mencuri-curi kesempatan untuk masuk ke celah-celah yang rawan. Kalau memang tidak ada alasan yang telalu syar’i, semakin cepat ke hari pernikahan akan semakin baik. Jangan biarkan relung hati disusupi dan disisipi iblis laknatullah.
Wallahu a’lam bish-shawab, Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Lirik Lengkap Lagu Indonesia Raya
Cipt. W. R. Supratman
Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku.
Di sanalah aku berdiri,
Jadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu!
Hiduplah tanahku, Hiduplah neg’riku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya,
Bangunlah jiwanya,
Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.
II
Indonesia, tanah yang mulia,
Tanah kita yang kaya.
Di sanalah aku berdiri,
Untuk s’lama-lamanya.
Indonesia, tanah pusaka,
P’saka kita semuanya,
Marilah kita mendoa,
Indonesia bahagia.
Suburlah tanahnya,
Suburlah jiwanya,
Bangsanya, Rakyatnya, semuanya!
Sadarlah hatinya,
Sadarlah budinya,
Untuk Indonesia Raya.
III
Indonesia, tanah yang suci,
Tanah kita yang sakti,
Di sanalah aku berdiri,
N’jaga ibu sejati.
Indonesia, tanah berseri,
Tanah yang aku sayangi,
Marilah kita berjanji,
Indonesia abadi.
S’lamatlah rakyatnya,
S’lamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya, semuanya,
Majulah Neg’rinya,
Majulah pandunya,
Untuk Indonesia Raya.
Refrain
Indonesia Raya!
Merdeka! Merdeka!
Tanahku, neg’riku yang kucinta!
Indonesia Raya!
Merdeka! Merdeka!
Hiduplah Indonesia Raya!
[verse 2 dan 3 nya ngena banget dan sedih urang bacanya, ngeliat keadaan negri kita kayak gini]
Jadikan Sholat dan Sabar Sebagai Penolongmu
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (Al-Baqarah: 45-46)
Ibnu Katsir menjelaskan satu prinsip dan kaidah dalam memahami Al-Qur’an berdasarkan ayat ini bahwa meskipun ayat ini bersifat khusus ditujukan kepada Bani Israel karena konteks ayat sebelum dan sesudahnya ditujukan kepada mereka, namun secara esensi bersifat umum ditujukan untuk mereka dan selain mereka. Bahkan setiap ayat Al-Qur’an, langsung atau tidak langsung sesungguhnya lebih diarahkan kepada orang-orang yang beriman, karena hanya mereka yang mau dan siap menerima pelajaran dan petunjuk apapun dari Kitabullah. Maka peristiwa yang diceritakan Allah Taala tentang Bani Israel, terkandung di dalamnya perintah agar orang-orang yang beriman mengambil pelajaran dari peristiwa yang dialami mereka. Begitulah kaidah dalam setiap ayat Al-Qur’an sehingga kita bisa mengambil bagian dari setiap ayat Allah swt. “Al-Ibratu Bi’umumil Lafzhi La Bikhusus sabab” (Yang harus dijadikan dasar pedoman dalam memahami Al-Qur’an adalah umumnya lafazh, bukan khususnya sebab atau peristiwa yang melatarbelakanginya”.
Perintah dalam ayat di atas sekaligus merupakan solusi agar umat secara kolektif bisa mengatasi dengan baik segala kesulitan dan problematika yang datang silih berganti. Sehingga melalui ayat ini, Allah memerintahkan agar kita memohon pertolongan kepada-Nya dengan senantiasa mengedepankan sikap sabar dan menjaga shalat dengan istiqamah. Kedua hal ini merupakan sarana meminta tolong yang terbaik ketika menghadapi berbagai kesulitan. Rasulullah saw selaku uswah hasanah, telah memberi contoh yang konkrit dalam mengamalkan ayat ini. Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dijelaskan bahwa, “Sesungguhnya Rasulullah saw apabila menghadapi suatu persoalan, beliau segera mengerjakan shalat“.
Huzaifah bin Yaman menuturkan, “Pada malam berlangsungnya perang Ahzab, saya menemui Rasulullah saw, sementara beliau sedang shalat seraya menutup tubuhnya dengan jubah. Bila beliau menghadapi persoalan, maka beliau akan mengerjakan shalat“. Bahkan Ali bin Abi Thalib menuturkan keadaan Rasulullah saw pada perang Badar, “Pada malam berlangsungnya perang Badar, semua kami tertidur kecuali Rasulullah, beliau shalat dan berdo’a sampai pagi“.
Dalam riwayat Ibnu Jarir dijelaskan bagaimana pemahaman sekaligus pengamalan sahabat Rasulullah saw terhadap ayat ini. Diriwayatkan bahwa ketika Ibnu Abbas melakukan perjalanan, kemudian sampailah berita tentang kematian saudaranya Qatsum, ia langsung menghentikan kendaraanya dan segera mengerjakan shalat dua raka’at dengan melamakan duduk. Kemudian ia bangkit dan menuju kendaraannya sambil membaca, “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’“.
Secara khusus untuk orang-orang yang beriman, perintah menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong ditempatkan dalam rangkaian perintah dzikir dan syukur. “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepadaKu dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah swt senantiasa bersama dengan orang-orang yang sabar“. (Al-Baqarah: 152-153). Dalam kaitan dengan dzikir, menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong adalah dzikir. Siapa yang berdzikir atau mengingat Allah dengan sabar, maka Allah akan mengingatnya dengan rahmat.
Masih dalam konteks orang yang beriman, sikap sabar yang harus selalu diwujudkan adalah dalam rangka menjalankan perintah-perintah Allah Taala, karena beban berat yang ditanggungnya akan terasa ringan jika diiringi dengan sabar dan shalat. Ibnul Qayyim mengkategorikan sabar dalam rangka menjalankan perintah Allah Taala termasuk sabar yang paling tinggi nilainya dibandingkan dengan sabar dalam menghadapi musibah dan persoalan hidup.
Syekh Sa’id Hawa menjelaskan dalam tafsirnya, Asas fit Tafasir kenapa sabar dan shalat sangat tepat untuk dijadikan sarana meminta pertolongan kepada Allah Taala. Beliau mengungkapkan bahwa sabar dapat mendatangkan berbagai kebaikan, sedangkan shalat dapat mencegah dari berbagai perilaku keji dan munkar, disamping juga shalat dapat memberi ketenangan dan kedamaian hati. Keduanya (sabar dan shalat) digandengkan dalam kedua ayat tersebut dan tidak dipisahkan, karena sabar tidak sempurna tanpa shalat, demikian juga shalat tidak sempurna tanpa diiringi dengan kesabaran. Mengerjakan shalat dengan sempurna menuntut kesabaran dan kesabaran dapat terlihat dalam shalat seseorang.
Lebih rinci, syekh Sa’id Hawa menjelaskan sarana lain yang terkait dengan sabar dan shalat yang bisa dijadikan penolong. Puasa termasuk ke dalam perintah meminta tolong dengan kesabaran karena puasa adalah separuh dari kesabaran. Sedangkan membaca Al-Fatihah dan doa termasuk ke dalam perintah untuk meminta tolong dengan shalat karena Al-Fatihah itu merupakan bagian dari shalat, begitu juga dengan do’a.
Memohon pertolongan hanya kepada Allah merupakan ikrar yang selalu kita lafadzkan dalam setiap shalat kita, “Hanya kepada-Mu-lah kami menyembah dan hanya kepadaMulah kami mohon pertolongan“. Agar permohonan kita diterima oleh Allah, tentu harus mengikuti tuntunan dan petunjuk-Nya. Salah satu dari petunjuk-Nya dalam memohon pertolongan adalah dengan sentiasa bersikap sabar dan memperkuat hubungan yang baik dengan-Nya dengan menjaga shalat yang berkualitas. Disinilah shalat merupakan cerminan dari penghambaan kita yang tulus kepada Allah.
Esensi sabar menurut Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dapat dilihat dari dua hal: Pertama, sabar karena Allah atas apa yang disenangi-Nya, meskipun terasa berat bagi jiwa dan raga. Kedua, sabar karena Allah atas apa yang dibenci-Nya, walaupun hal itu bertentangan keinginan hawa nafsu. Siapa yang bersikap seperti ini, maka ia termasuk orang yang sabar yang Insya Allah akan mendapat tempat terhormat.
Betapa kita sangat membutuhkan limpahan pertolongan Allah dalam setiap aktivitas dan persoalan kehidupan kita. Adalah sangat tepat jika secara bersama-sama kita bisa mengamalkan petunjuk Allah dalam ayat di atas agar permohonan kita untuk mendapatkan pertolongan-Nya segera terealisir. Amin
Oleh Dr. Attabiq Luthfi, MA
KaMiL Sans Repost !
Get it here
Font yang kubuat sekitar 4 tahun yang lalu…
Dibuat dari ‘pure handwritting’ oleh kamil
Diberi nama kamil sans karena… fontnya mirip kayak comic sans
Tersayat Suara Sirine
Rasul bersabda,” Sebaik baik pemimpin di antara kalian adalah pemimpin yang mencintai kalian dan kalian pun juga mencintainya. dan seburuk buruk pemimpin di antara kalian adalah mereka yang membencimu dan kalian pun juga membenci mereka. dan patuhlah pada pemimpin selama di masih sembahyang”
langsung melaju melalui jalan pada umumnya. Sepanjang jalan itu ku lihat gak ada bengkel motor, padahal aku sudah ditunggu teman ku. Karena teman ku bilang bersedia menunggu, ku putuskan untuk mencari bengkel ke daerah bawah. melaju di atas motor tanpa mesin, menuruni jalanan yang rame itu, berharap menemukan tempat untuk persinggahan motor, ganti accu. Hingga tiba di persimpangan jalan besar, “Sepi!!”. Pada ke mana orang2?”, gumamku. tanpa pikir panjang langsung ku seberangi jalan besar itu, karena di seberang jalan ku tahu ada bengkel. Dengan pedenya langsung menyeberang. ternyata ku dapati banyak polisi berjajar tdk jauh di depan ku…Ada apa ini???? tanpa menghiraukan, langsung aaja aku masuk ke bengkel itu.. Hanya meninggalkan motor beserta kuncinya, rupanya pak montir sudah tahu apa yg dibutuhkan si motor. kutinggal. tak sengaja ku sapa barisan polisi, dan aku bertanya.. jawab mereka singkat, “ADA RI DUA“, agak lola, tapi aku menyadari klo bakalan ada Wapres yang lewat…
Ku lihat jalanan persimpangan macet total. Ku temui teman ku, kita pun balik arah, karena bisa lewat dari banyak jalan untuk ke Pasar Baru. Oke, lewat jalan Ir. H. Juanda rupanya bisa….. Belum ada 10 menit aku dibonceng teman ku, eh di Ir. Juanda ternyata macet tota juga. bahkan lebih panjang…
terbesit dalam hati, ngerii ngliatnya…
Dari kejauhan ku dengar bunyi sirine mobil di depan ku. keras lagi,”Pasti ini ulah para polisi”. begitu lihat ada arus kecil utk putar balik, aku mengajak teman ku untuk putar balik. tapi musti sedikit jelan ke depan dulu. Semakin ke depan semakin terdengar jelas suara sirine itu.
Di sinilah….. aku baru sadar bahwa bunyi sirine keras tadi adalah bunyi sirine mobil ambulance. Trenyuh lihatnya, sebuah ambulance yang tak bisa berkutik di tengah kemacetan, hanya untuk menunggu lewatnya satu orang. Terlebih lagi aku mulai tersayat, ketika aku dapati mata ini melihat tetesan infus yg ada di dalam ambulance…. ya..tetesan air infus…seketika itu aku ingat akan Almarhumah Nenek ku.. pasti di dalamnya ada orang sakit…. aku gak bisa bayangkan… dengan kerasnya sirine itu, pertanda betapa merintihnya orang yang di dalam ambulance itu… mungkin para medic itu ingin secepat mungkin agar nyawa itu tertolong…
Di manakah keadilan di negeri ini??
Hanya karena satu orang…
semua kunci kunci jalan tertutup…
ambulance yang se-darurat itu harus terpaksa menunggu…
bahkan imej ini langsung mengalir,,, bagaimana jikalau yg ada di dalamnya ibu ku yang akan melahir kan ku?? bagaimana jika itu nenek ku yang saat itu butuh suntikan dokter?
Padahal, pengawalan itu saja sudah cukup…
Toh, baru setelah 20 menit penyetopan seluruh arus…
para pemimpin itu baru datang…
Ya, para pemimpin yang seharusnya tahu kondisi masing2 jiwa dan raga rakyatnya…
para pemimpin yang sungguh ironis dengan pemimpin panutan kita…
Rasul SAW yg menyuapi pengemis buta di pinggiran kota, padahal pengemis itu selalu mencercanya…
Abu Bakar yang Ia tidak akan pernah bisa tidur, sebelum malam itu membelanjakan seluruh hartanya untuk memberi makan para rakyat di bawah kolong jembatan…
Umar yang tidak berani memakai minyak negara untuk keperluan keluarga…
Silakan jika ada pendapat, kritik , atau saran….
Di atas, hanya sekilas yang muncul seketika kejadian siang tadi….
Karena ada hadist di atas itu lah, aku tidak bisa berani bersuara lebih dari ini.
Note by Amiril Pratomo taken from Facebook
All I Can Do is Facepalm
Kompilasi kekecewaan terhadap kondisi saat ini Minuman yang Memabukkan Ya Allah, udah...Ciri-ciri Orang yang Bersih Hatinya
1. Hidupnya tenang 2. Bisa mengontrol amarah dan murah senyum 3. Sering ditolong orang 4....
My Weekly Dose of Manga
Wednesday : One Piece from mangastream.com Thursday : Hunter x Hunter from...Pacaran yang Syar’i, Mungkinkah???
Diambil dari Rubrik “Ustadz Menjawab” (www.eramuslim.com) yang diasuh oleh Ustadz...Care and Action
Video ini menunjukkan tentang seseorang yang seketika terjatuh ke rel kereta di stasiun....Lirik Lengkap Lagu Indonesia Raya
Cipt. W. R. Supratman Indonesia tanah airku, Tanah tumpah darahku. Di sanalah aku...
Jadikan Sholat dan Sabar Sebagai Penolongmu
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu...KaMiL Sans Repost !
Get it here Font yang kubuat sekitar 4 tahun yang lalu… Dibuat dari ‘pure...Tersayat Suara Sirine
Rasul bersabda,” Sebaik baik pemimpin di antara kalian adalah pemimpin yang...




