Zakat di Badan Amil Zakat Bandung

Pada suatu hari, saya hendak membayar zakat mal. Saya pun pergi ke BAZ Bandung yang ada di Masjid Al-Ukhuwah lantai 3.

Saya pun membayarkan Zakat dan Sedekah. Jumlahnya tidak sebeberapa sih, tapi buat anak SMA bayar zakat mal itu mungkin suatu pencilan tersendiri.

Saya pun diterima oleh Pak Didin Hafidhuddin, selaku Ketua BAZNAS pada saat itu.

Dan yang jadi pertanyaan adalah “Ini bukan dari jualan porno” kan?

Pada saat itu, saya sedikit merasa tersinggung, tapi pengen banyak ketawa juga :)) (cuman takut gak sopan, jadi senyum2 aja)

Setelah sekian lama, saya baru sadar. Pesan yang saya tangkap dari pertanyaan beliau adalah, harta yang diperoleh dengan cara haram tetap saja haram walaupun dizakatkan juga. Dan sudah pasti kalau zakat dari harta haram tidaklah sah.

Legitimasi Pribadi

Cerita ini hanyalah karangan belaka. Apabila ada kesamaan/kemiripan dengan kejadian nyata, sengaja. Biar bisa diambil pelajarannya.

Sebutlah seorang pria bernama AP. Dia bekerja sebagai penjaga toko di suatu ruko pinggir jalan. Majikannya menggaji dia hanya dengan 500 ribu sebulan. Setiap minggu dia disuruh oleh majikannya untuk belanja alat-alat pendukung toko.

AP merasa penghasilannya sangat kecil sekali. Buat kebutuhan sehari-hari dirinya sendiri saja sudah pas-pasan. Kebutuhan sekunderpun sepertinya sulit dipenuhi. Belum lagi dia harus menafkahi istri dan seorang anaknya. Padahal, upah minium regional di kotanya mendekati 2 juta rupiah.

Ia pun bergumam pada dirinya, kalaulah dihitung-hitung, pekerjaan saya ini pantas untuk dibayar setidaknya 1,5 juta sebulan. Dengan asumsi itu, ia-pun melakukan hal-hal yang sebetulnya tidak benar, diantaranya mengambil uang dari kasir, ya barang 10 sampai 20 ribu sehari, atau memberikan kembalian yang kurang ke pembelinya, pikirnya kalau hanya seribu-duaribu orang tidak sadar.

Selain itu juga, ketika ia disuruh belanja alat pendukung toko, ia pun me-markup barang belanjaannya. Kadang ia sambil membeli barang kebutuhannya ketika belanja, kadang juga membelikan temannya barang dengan uang belanjaan majikannya.

Lama kelamaan, majikannya pun sadar bahwa AP sering melakukan hal tersebut. Lalu sang majikan-pun melakukan operasi tangkap tangan untuk menjebak AP, dan akhir-nya pun AP tertangkap basah ketika melakukan aksi-nya.

Sebenarnya kisah di atas adalah contoh korupsi, pada skala yang kecil (kalau dibandingkan orang yang korupsi / markupnya milyaran). Menurutku, orang koruspi bisa jadi karena:

  • Apa yang ia peroleh kurang dari apa yang ia inginkan / butuhkan
  • Ia bisa melakukannya, dan merasa tidak akan ketahuan
  • Karena rakus…
  • Karena sudah lazim dilakukan teman-temannya

By default harusnya orang tuh udah jujur, amanah, bisa dipercaya, dan ngga usah diperiksa lagi… Tapi ya ngga semua orang dididididik untuk berintegritas. Lha wong yang dididik untuk berintegritas juga bisa aja lasud.

Kenangan Ramadhan (1)

Suatu malam, saya ikut tarawih di Masjid Salman ITB

Datanglah seorang anak dengan bapaknya.
Lalu sang anak bertanya:

“Pah, itu Allah?”
*sambil nunjuk ke Pak Akhmaloka yang lagi ceramah*

*I laughed a little*
(memang sih, Pak Akhmaloka tampak berwibawa postur tubuhnya. dan dia sedang berdiri di mimbar)

Konflik dalam Doa

Suatu hari seseorang menghadiahkan kucing persia ke ibuku. Kucing itu pun tinggal di rumahku. Kucing itu diberi nama Luna.

Namun, karena Luna masih baru tinggal di rumah beberapa hari, ia pun belum beradaptasi. Seringkali buang air di atas kasur. Kasur kamarku, kasur kamar ibu, dan kasur kamar adik. Alhasil aku-pun kesal.

Aku punya habit, setiap subuh aku memanjatkan 9 doa tentang apa yang aku inginkan, dan setiap maghrib memanjatkan 9 doa tentang apa yang aku berlindung terhadapnya. Beberapa doa yang terpanjat setelah aku kesal adalah:

  • Lindungilah aku dari gangguan makhluk-Mu, dan
  • Lindungilah harta yang engkau titipkan kepada-ku

Yang terjadi adalah… si Luna dicuri oleh para pengamen yang sering nongkrong di depan rumah. Dan kelihatannya seolah-olah doa-ku ini tidak terkabul karena:

  • Gangguan pencuri (makhluk manusia) tetap terjadi
  • Harta (kucing) tetap hilang

Namun, apabila dicermati lagi, sebetulnya doa tersebut terkabul, karena:

  • Aku terlindungi dari gangguan kucing yang mungkin kedepannya bakal buang air di dalam rumah lagi
  • Harta-ku terlindungi dari cost memelihara kucing yang mahal. Masa grooming aja 70 ribu, belum lagi makanyannya 2 minggu 100 ribu.

Yah, saya sih hanya orang yang ngga tahu mana yang terbaik. Yang pasti, Allah tahu mana yang terbaik.

P.S. ketika para pengamen diinterogasi, mereka ngaku-nya ngga tau. Padahal, jelas-jelas ada foto buktinya tuh kucing diambil. (foto: kucing-nya di tengah)

WhatsApp-Image-20160430 (1) WhatsApp-Image-20160430