rss search

next page next page close

Demokrasi Itu Mahal

Demokrasi Itu Mahal

Sedikit bukti kenapa mahal untuk satu kota, dan bisa dikalikan dengan jumlah kota ditambah jumlah provinsi. Belum lagi kalo presiden, ga kebayang

next page next page close

Multi Ring File

Multi Ring File

oleh Irfan Kamil, Zulhendra Valiant Janir, dan Muhammad Rifqi Irshadi
Abstrak
Makalah ini berisi tentang penjelasan tentang organisasi file Multi Ring yang dapat diimplementasikan untuk Basis Data. Selain itu juga ada penjelasan tentang operasi proseduralnya seperti Position-to, read, read-next, write, delete, dan reorganisasi file. Dalam makalah ini juga ada analisis singkat untuk contoh penerapan organisasi file Multi Ring yaitu pada SMS Center.

Pendahuluan
Fitur utama yang diperlukan dalam sistem yang menyimpan data dalam jumlah banyak adalah kemudahan akses dan penyimpanan yang ekonomis. Kriteria penting lainnya adalah keamanan privasi, keandalan, dan kemampuan untuk merepresentasikan struktur informasi di dunia nyata. Namun, semua kriteria tersebut cenderung kontraproduktif satu sama lain. Pemilihan metode organisasi arsip menentukan kecocokan relatif dari sistem yang akan dibuat berdasarkan kriteria di atas. Jumlah metode organisasi arsip yang mungkin diterapkan nyaris tidak terbatas. Namun, semua metode tersebut dapat dikerucutkan menjadi enam metode dasar. Metode lainnya kebanyakan merupakan kombinasi dari enam metode tersebut. Salah satu dari enam metode tersebut yang akan dibahas oleh penulis adalah metode multi ring.

Makalah :
multiring-file.pdf

next page next page close

Hukum Belajar dalam Islam

Hukum Belajar dalam Islam

Hukum belajar ilmu agama yg syumul itu fardhu ain, wajib belajar bagi setiap orang. Tapi ia tak masuk sistem. Media terdekat untuk mempelajarinya skrg difasilitasi kantong2 mentoring. Tetap saja. Bukan hal wajib. Ia menjadi pilihan kegiatan. Umat Islam di negeri ini kalah secara sistem, bahkan untuk memelajari ilmu agamanya sendiri. Ditambah lagi, universitas berlabel Islam yg seharusnya meluluskan cendikiawan Islam malah bnyk diracuni ide sesat liberal dn pluralisme. Kata-katanya adalah Islam menjadi minoritas dalam mayoritasnya muslim di negeri ini.

Belajar Islam tidak melulu membuatmu jadi kiai. Tapi belajar Islam menjadikanmu sebenar-benar manusia yang benar. Islam menjadikan seorg teknokrat berjuang utk kejayaan bangsa dan agamanya. Menjaganya utk tetap idealis karena yg ia incar adalah akhirat. Islam mnjadikn dokter pnh dedikasi, bkn krn materi atw ucpn trma ksih. Krn dg itu ia bisa bermanfaat hgga dg itu ia dpt mncium wngi surga. Islam pun mnjdkn birokrat tegas mneriakkan kbnaran dalam sendunya kesalahan massal. Krn pegangannya bukanlah dunia, tapi Allah semata.

Islam mnyempurnakn pandangan manusia thd dunia dan tujuan hidup apapun peran dan profesinya. Sayangnya belajar hal yg menjadi ruh kehidupan ini kalah dg wajibnya menuntut pendidikan ilmu umum. Blajar ilmu umum hukumnya fardhu kifayah. Artinya bla sdh ada sbgian org yg mnuntutnyam, org lain lepas kwjbn dn boleh mnuntut ilmu yg lain.

tweet by @anggakdinata

next page next page close

Antara Cinta dan Es Krim

Antara Cinta dan Es Krim

Beberapa hari yang lalu ada seorang sahabat saya menanyakan tentang cinta kepada saya. Saat itu saya sedang tidak mau membicarakan cinta karena merasa ada hal yang lebih penting dibicarakan.Sore ini saya diingatkan kembali oleh sahabat saya tentang 3 hal yang membunuh karakter seorang aktivis dakwah: Rasa takut, keragu-raguan, dan syahwat. Kalo bicara soal Syahwat pastilah berhubungan dengan cinta dan vmj (virus merah jambu). Alhamdulillah selama saya berperan sebagai aktivis dakwah (ngakunya) belum pernah saya terjangkit penyakit vmj, dan jangan sampe pernah terjangkit. Bukan karena amalan saya yang banyak, sungguh masih banyak yang harus saya perbaiki di diri saya. Tapi bukan juga berarti saya ga normal (ga suka ma cowok), sumpah saya masih suka ma cowok apalagi yang baik, ganteng, sholeh, pokona mah yang perfect. Yang saya lakukan hanyalah hal yang sederhana, tegas pada hati dan diri sendiri.

Ga ada yang salah sama cinta, yang salah adalah cara kita merespon perasaan itu. Kalo di ibaratkan kita lagi shaum di bulan ramadhan, terus ada yang mendadak memberi kita eskrim pada siang hari. Orang yang memberi maupun eskrim itu ga salah kan? Nah, sekarang tinggal bagaimana sikap kita ke es krim itu. Kalo kita langsung makan pas orang itu ngasih (di siang hari), maka kita cuma dapet dosa dan shaumnya otomatis batal. Kalo kita memutuskan untuk memakannya saat berbuka tapi eskrim itu selalu kita bawa kemana-mana atau tidak disimpan dengan benar, maka saat kita memakan eskrim saat berbuka tentu saja tidak enak karena sudah dipastikan akan cair dan tidak enak lagi untuk dimakan. Kalo kita taro/simpen eskrim itu di lemari es, tapi kita kita membuka pintu lemari es agar memastikan tidak ada orang lain yang mengambilnya, otomatis juga bekunya ga akan maksimal, pastinya eskrim agak sedikit meleleh, ga akan nikmatlah kalo dimakan pas buka shaum. Nah, berbeda kalo kita simpan eskrim itu di lemari es, dengan suhu yang pas, lalu lemari es itu kita tutup dan sambil menunggu waktu buka shaum kita melakukan hal yang bermanfaat. Pas waktunya buka shaum, kita buka deh lemari esnya dan bisa menikmati eskrim tersebut. Gimana kalo eskrimnya udah ga ada? Mungkin dimakan duluan ma orang lain atau yang punyanya mengambilnya kembali? Itu berarti eskrim itu bukan rejeki kita. Disinilah prasangka baik kita digunakan. Akan ada menu buka shaum yang lebih nikmat yang akan diberikan oleh Allah.

Ya, itulah pikiran sederhana saya tentang cinta. Sebenarnya pikiran ini saya dapatkan saat saya mentoring klasikal kampus yang dibawakan oleh ustad Hipni Mubarok (kalo ga salah) tapi beliau mengibaratkan cinta itu brownis, berhubung saya suka eskrim makanya saya analogikan cinta itu adalah eskrim. Semenjak mendengar ceramah dari itu, pemikiran sederhana itu sangat membawa pengaruh besar pada kehidupan saya. Semenjak itu pula saya bisa memanage hati saya. Dan saya harap, siapapun yang membaca tulisan ini juga terbuka pikirannya.

Artikel ini merupakan repost dari blog ini oleh teh Yuli Jannaini. Pandangan saya, hal ini cukup menggambarkan kondisi dan perilaku ABG saat ini. Jadi, bagi yang merasa galau dan belum mantap hatinya, segera pilihlah jalan Allah yang lurus :)

next page next page close

All I Can Do is Facepalm

All I Can Do is Facepalm

Kompilasi kekecewaan terhadap kondisi saat ini

Minuman yang Memabukkan

Ya Allah, udah jelas-jelas mereka melanggar aturan-Mu. Masih aja cari pembenaran…
Lihat saja sudah banyak dampak negatif yang merugikan masyarakat. Kalo masyarakat tidak mau rugi BASMI KHAMR, atau dengan cara tidak mengonsumsinya saja.

Korupsi

Udah jelas-jelas haram, merugikan, dan menghancurkan. Eh, masih dilakukan. Gilirannya ketangkep, eh, hukumannya ringan. Harusnya hukuman korupsi itu dibuat berdasarkan fungsi polinom dari jumlah yang dicurinya ! bukan berdasarkan ketidakadilan ! orang miskin mana bisa sewa pengacara, buat makan aja susah.

Pacaran Sebelum Nikah

Mau ngeles gimanapun juga, pacaran sebelum nikah itu adalah jalan tol menuju kemaksiatan.

Ngebokep

*kekecewaan tidak bisa diungkap dengan kata-kata*

Konflik yang Dicampuradukkan dengan Agama

Padahal, kami di islam mengajarkan toleransi yang wajar. Kok begini sih -_-, ya merekanya ngga wajar, ya maksa lah, ya gimana-gimana lah

next page next page close

Ciri-ciri Orang yang Bersih Hatinya

Ciri-ciri Orang yang Bersih Hatinya

1. Hidupnya tenang
2. Bisa mengontrol amarah dan murah senyum
3. Sering ditolong orang
4. Dicintai dan dihargai orang-orang sekitar
5. Didekati oleh anak-anak
6. Dicintai alam

next page next page close

My Weekly Dose of Manga

My Weekly Dose of Manga

Wednesday : One Piece from mangastream.com
Thursday : Hunter x Hunter from mangastream.com
Friday : Kimi no Iru Machi, Beelzebub from redhawkscans.com
Saturday : Kagami no Kuni Harisugawa, The World God Only Knows from redhawkscans.com
Sunday : Fairy Tail from mangastream.com

inactive project : Until Death Do Us Part, GTO Shonan 14 Days

next page next page close

Pacaran yang Syar’i, Mungkinkah???

Pacaran yang Syar’i, Mungkinkah???

Diambil dari Rubrik “Ustadz Menjawab” (www.eramuslim.com) yang diasuh oleh Ustadz Ahmad Sarwat, Lc.

Pertanyaan:

Assalamualaikum.
Pak ustadz, saya mau nanya sebenarnya boleh gak sih pacaran itu? Soalnya temen-temen saya pada bilang tergantung niatnya. Terima kasih atas perhatiannya.
Assalamualaikum,

Jawaban :

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Al-hamdulillah, wash-shalatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa ba’du

Bukan tergantung niatnya, tapi tergantung caranya. Kalau niatnya, pastilah semuanya berniat baik-baik. Namun yang menjadi masalah justru pada caranya. Katakanlah niatnya baik, yaitu untuk dijadikan ajang penjajakan atau saling kenal satu sama lain, menuju ke jenjang berikutnya yaitu perkawinan. Nah, niat yang seperti ini sebenarnya bisa diterima secara syariah.

Memang di dalam syariah Islam, sebelum seseorang menetapkan calon pasangan hidup, ada anjuran untuk melakukan penjajakan. Agar terjadi saling kenal dan saling paham, antara calon suami dan calon istri. Hal seperti ini tidak dilarang dalam Islam, bahkan sebaliknya, justru amat dianjurkan.

Sebab dahulu ada seorang shahabat yang bercerita bahwa dalam waktu dekat akan dia akan melangsungkan pernikahan dengan seorang wanita. Ketika Rasulullah SAW menanyakan apakah dia sudah mengenal calon istrinya, shahabat itu mengatakan belum. Maka Rasulullah SAW memerintahkannya untuk mendatangi wanita itu, untuk mengenal lebih dalam, sebelum memastikan pernikahannya.

Jadi dari sisi tujuan, sebenarnya sudah benar, yaitu bila tujuannya untuk saling mengenal (ta’aruf). Tinggal bagaimana teknisnya, itulah yang justru menjadi batas halal dan haramnya.

Kalau teknisnya adalah dengan jalan-jalan berdua, naik motor boncengan bersama, bergandengan, berpelukan, kencan makan malam berdua di tempat romantis, atau bahkan sampai liburan berdua, menginap di hotel (chek in) dan yang sejenisnya, tentu saja haram. Bahkan sekedar apel atau wakuncar sekalipun tetap haram, jika mereka melakukannya hanya berdua saja, tanpa ada kehadiran mahramnya. Meski niatnya baik, tapi bila caranya haram, maka pacaran itu hukumnya haram.

Lalu bagaimana yang halal?

Minimal tidak terjadi khalwat (berduaan), sebab yang ketiganya adalah syetan. Sebagaimana telah dilarang oleh Rasulullah SAW:

Dari Ibnu Abbas ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan (berkhalwat) dengan wanita kecuali bersama mahram” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang laki-laki berduaan (berkhalwat) dengan wanita kecuali yang ketiganya adalah syetan.” (HR Tirmizy)

Maka kalau mau pacaran, selain masalah niat harus suci, pastikan tidak ada acara berdua-duaan. Pacaran harus ditemani langsung oleh ayah si gadis. Atau saudara laki-lakinya atau siapapun yang menjadi mahramnya.

Kalau berdua-duaan saja sudah haram, apalagi sentuhan tangan, baik untuk bersalaman, atau pun berpegangan tangan, berpelukan atau pun mengenggam jari pasangannya.

Dan yang lebih penting dari semua itu, masing-masing tetap wajib menutup aurat sesuai dengan aturan syariah. Yang wanita wajib memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua tapak tangan. Pakaian itu harus lebar, tidak mencetak lekuk tubuh, tidak tipis atau transparan, juga tidak memakai wewangian yang mengundang nafsu seorang laki-laki. Tidak menggunakan make berlebihan pun yang juga bisa mengundang daya tarik calon suami, sebab biar bagaimana pun mereka masih orang asing, tidak halal hukumnya, kecuali setelah terjadinya akad nikah yang sah.

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al-Ahzab: 59)

Bila masing-masing pihak telah merasa cocok, sebaiknya tidak perlu menunggu terlalu lama untuk segera menikah. Sebab selama masa menunggu itu, syetan tetap saja mengintai dan mencari serta mencuri-curi kesempatan untuk masuk ke celah-celah yang rawan. Kalau memang tidak ada alasan yang telalu syar’i, semakin cepat ke hari pernikahan akan semakin baik. Jangan biarkan relung hati disusupi dan disisipi iblis laknatullah.

Wallahu a’lam bish-shawab, Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh

next page

Demokrasi Itu Mahal

Sedikit bukti kenapa mahal untuk satu kota, dan bisa dikalikan dengan jumlah kota...
article post

Multi Ring File

oleh Irfan Kamil, Zulhendra Valiant Janir, dan Muhammad Rifqi Irshadi Abstrak Makalah ini...
article post

Hukum Belajar dalam Islam

Hukum belajar ilmu agama yg syumul itu fardhu ain, wajib belajar bagi setiap orang. Tapi...
article post

Antara Cinta dan Es Krim

Beberapa hari yang lalu ada seorang sahabat saya menanyakan tentang cinta kepada saya....
article post

All I Can Do is Facepalm

Kompilasi kekecewaan terhadap kondisi saat ini Minuman yang Memabukkan Ya Allah, udah...
article post

Ciri-ciri Orang yang Bersih Hatinya

1. Hidupnya tenang 2. Bisa mengontrol amarah dan murah senyum 3. Sering ditolong orang 4....
article post

My Weekly Dose of Manga

Wednesday : One Piece from mangastream.com Thursday : Hunter x Hunter from...
article post

Pacaran yang Syar’i, Mungkinkah???

Diambil dari Rubrik “Ustadz Menjawab” (www.eramuslim.com) yang diasuh oleh Ustadz...
article post

WP SlimStat