Okt
27
Kendaraan yang satu ini emang lagi mulai ngetrend di kalangan orang Bandung. Pasalnya, sudah harganya murah, tidak perlu isi bensin :lovey: dan juga tidak beremisi yang merugikan.
Salah satu upaya untuk mengajak masyarakat menggunakan Si Dua Roda Sakti ini adalah dengan mengadakan acara Let’s Go Bike. Acara ini merupakan rangkaian dari acara Be The Change, yang kesempatan ini dilakoni oleh SMA Taruna Bakti.
Kronologis sebelum acara tersebut, akan saya share dimulai dari siang hari jum’at. Seusai sholat jum’at, saya langsung maen BR (maklum, game yang diidam-idamkan semenjak SD baru kesampean 3 hari yang lalu) karena masih penasaran akan strategi pertempuran Wolf Clan. Tiba-tiba, jam setengah satu wali kelas saya nelpon ke rumah, mengatakan kalau saya harus mengambil surat di sekolah. Well, rencana saya sebelumnya mau ke sekolah jam satu, buat ngelatih plasma. Sesampai saya di sekolah, ngambil surat lalu mbimbing plasma.
Besoknya, saya ke sekolah dulu, ada beberapa urusan penting, baru meluncur ke TKP @_@. Sesampai saya di TKP, saya lihat bergerombolan orang sedang naik sepeda. Saya sih ikut-ikutan aja rombongan itu. Tapi, my sense told supaya langsung masuk aja ke TKP. Memisahlah saya dari rombongan itu dan masuk ke Taman Pramuka. Masuk dengan paras wajah tanpa teman (sendiri red.). Lalu saya tanya ke beberapa panitia. Katanya stand by sampe dipanggil. Command tersebut cukup untuk membuat saya situa selama 2 jam dan keliling-keliling sekitar lokasi @_@ .
Sebelum acara dimulai, ada deklarasi yang dibuat oleh SMA Taruna Bakti (untuk kalangan intern tentunya), yang intinya mewajibkan satu hari nge-bike kepada semua siswa.. hebat bukan ? sekolah gw aja motor pabalatak…
Acara tersebut dilanjutkan dengan penampilan musik dari beberapa grup musik. Namun, yang menjadi acara puncaknya adalah talk show. Talk show tersebut pembicaranya ketua MGMP PLH, ketua B2W Bandung, sama utusan Majalah Greener (nama 3-3nya lupa =_= ). Talk show ini mengedepankan supaya anak-anak nggak ragu lagi untuk berkendara dengan sepeda. Dibahas total segala kelebihan tentang bersepeda. Satu hal yang paling unik adalah analogi yang diterangkan oleh pembicara yang merupakan guru.
Siapa yang kalo udah gede mau menikah ?
Spontan semua audiens mengangkat tangan.
Kebayang ngga kalo udah nikah mau ngapain ?
Nah, kalo misalnya abis malem pertama nggak ada air gimana ?
Terus kalo udah punya anak, masa anaknya mau dimasukin terus dalam inkubator, biar ga kena polusi udara ?
Kalo misalnya mau punya rumah tapi lahan udah habis. Mau tinggal di apartemen, kan harus naek lantai dulu. Capek kanww:
Selesai talkshow, tanpa komando seluruh audiens bubar =_= . Saya merasa penasaran, mengisi signature di sebuah spanduk kecil. Saya sih cuman menulis 1 kata saja…
Armagdon ? (tanpa huruf ‘e’ karena tempat terbatas)
Dari acara ini saya mendapat sebuah pelajaran penting…
“Selalu membawa digicam ke event apapun” T_T
| | Unique |
Anda dapat mengikuti komentarnya melalui RSS 2.0.


